Postingan

Nirvana In Fire 2: The Wind Blows In Changlin (2017)

50 eps. Alur cerita 20/10 ( no, you didn't read it wrong ). Akting 10/10. Sinematografi 8.5/10. Musik 9/10. Every sequel has its biggest problem: they will always be compared to its prequel.    Peringatan ( spoiler alert ) :  tulisan ini mungkin membocorkan jalan cerita baik serial Nirvana In Fire (NIF)  maupun Nirvana In Fire 2: The Wind Blows In Changlin (NIF 2) .  Jika sebagian penggemar NIF  merasa  kecewa dengan NIF 2 karena ceritanya  tidak saling berhubungan secara langsung, saya justru sebaliknya. Bagi saya, t idak ada yang perlu dilanjutkan dari cerita NIF yang pertama, karena apa yang menjadi pokok persoalannya telah terselesaikan. Lalu mereka juga  berpendapat bahwa konflik dalam  NIF 2  tidak serumit NIF yang pertama. Bagi saya, setiap kisah memiliki kekuatan cerita masing-masing. Tidak harus memiliki konflik yang rumit. Dan justru itulah bedanya, jika NIF yang pertama terfokus pada intrik dan politik kerajaan, maka   NIF 2 lebih mengangkat sisi sentimental mengenai hub

Nirvana In Fire (2015)

54 eps. Alur cerita 20/10 ( yes you read it right ). Akting 10/10. Sinematografi 8.5/10. Musik 9/10. Nirvana In Fire (NIF) is one of a few Chinese Historical Drama that definitely deserves perfect score .  “Dalam setiap perebutan takhta, jika orang hanya mengandalkan kebaikan dan ketulusan, mengapa catatan sejarah selalu dipenuhi dengan tetesan darah?” –Mei Changsu (Eps. 13) “Orang hanya dikhianati oleh orang terdekatnya, karena musuh tak punya kesempatan untuk melakukan itu.” –Mei Changsu (Eps. 13) Ketidakcakapan seorang pemimpin akan berujung pada kehancuran sebuah negara. Seorang Presiden, jika ia tak cakap, dapat digantikan pada masa pemilihan periode berikutnya. Tetapi seorang Kaisar, Raja–yang dipercaya oleh sebagian rakyat bahwa mereka adalah wakil dari langit di dunia–tak dapat digantikan begitu saja. NIF secara garis besar bercerita tentang hal itu. Jika kamu mengira NIF adalah drama seri tentang politik kerajaan dengan tema kebanyakan yang membosankan, saya pastikan kamu keli

The Long Ballad (2021)

49 eps. Alur cerita 7/10. Akting 7/10. Sinematografi 5/10. Musik 7/10. Jika kamu menyukai serial drama klasik asal Tiongkok berlatar sejarah, The Long Ballad boleh juga untuk menemani hari-hari senggangmu.   Meski mengklaim diri sebagai fiksi, namun sebagian besar kisah berikut tokoh-tokoh dalam The Long Ballad adalah nyata. Menceritakan masa-masa awal berdirinya Dinasti Tang, salah satu dinasti di mana Tiongkok berhasil mencapai zaman keemasan yaitu di pertengahan abad ke 7.   Kisah dimulai dari tragedi perebutan pewaris takhta Kaisar Dinasti Tang yaitu Putera Mahkota Li Jiancheng dan sang adik Li Shimin. Peristiwa itu tercatat dalam sejarah Tiongkok sebagai Kudeta Berdarah Gerbang Xuanwu. Puteri dari Li Jiancheng, Li Chang Ge pergi mencari bantuan untuk membalas dendam, tanpa pernah benar-benar memahami konflik politik internal yang berkecamuk di masa itu. Ia hanya berpikir bahwa kematian ayahnya sang Putera Mahkota berarti membuka jalan bagi sang paman, Li Shimin untuk n

D.P. (Season 01, 2021)

6 eps. Storyline 9/10. Acting 9/10. Cinematography: 9/10. Music: 10/10.  Korean actor Jung Hae-in is my guilty pleasure as I'm not actually a fan of K-Drama. Watched D.P. cause I would like to give another try for Hae-in show after Snowdrop (D.P. originally aired before Snowdrop). However, the storyline was uneasy to digest. You need to hold your breath every after emotional and disturbing scene.  D.P. (Deserters Pursuit), is a department in the South Korea military institution with a specific task i.e to catch any soldier who left the barracks without permission. The story behind why the soldiers ran away, or how the D.P. comrades tried to catch them, was what made the show.  The show was based on the personal experiences of the scriptwriter, Kim Bo Tong, who once enlisted, and said “D.P. was created to fight the oblivious notion that the military (in South Korea) is now better. I wish to help those fighting in the dark. I hope to make a better tomorrow for someone who might be cr

Miracle: Letters to the President (2021)

117 menit. Alur cerita: 9/10. Akting: 9/10. Sinematografi: 9/10. Ninja mengiris bawang: 10/10.  Berlatar tahun 1988, film ini diangkat dari kisah nyata pembangunan stasiun kereta Yangwon di sebuah desa terpencil di Buncheon-ri, Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan, sekitar 12 jam perjalanan darat dari kota Seoul. Saking terpencilnya, desa itu bahkan tidak memiliki akses menuju jalan beraspal. Setiap kali hendak bepergian, seluruh penduduk desa harus berjalan kaki jauh menuju stasiun lain, dan untuk itu mereka harus melintasi jalur maut: berjalan di atas rel kereta yang melewati terowongan dan sungai.  * * *  Seorang anak kecil tak pernah bosan menulis surat pada Presiden dengan isi yang sama pada setiap suratnya: meminta pemerintah membangun stasiun di desa itu agar penduduk desa tak mesti berjalan kaki melintasi jalur maut. Ia lelah acapkali mendengar berita kematian warga desa yang tertabrak kereta sebab tak sempat menyelamatkan diri. Hingga kemudian anak itu tumbuh remaja dan me

Nokturnal [Catatan Harian Minki-ya]

Kisah sebelumnya:  https://ratuputti.blogspot.com/2021/08/obituari-pertama-catatan-harian-minki-ya.html   Aku pernah bertanya pada Mama Ting Ting mengapa setiap kali Mama bertemu si Oom selalu di malam hari?   Mama bercerita, dahulu, jauh sebelum domestikasi terjadi, kucing sebagai karnivora murni adalah makhluk yang aktif di malam hari untuk mencari mangsa. Di siang hari kegiatan kami hanyalah tidur. Seperti juga kelelawar, musang, dan sedikit makhluk nokturnal lainnya, mata kami memiliki selaput ekstra bernama tapetum lucidium yang terletak persis di belakang retina, terdiri dari lapisan-lapisan membran yang membantu kami untuk beradaptasi dengan kondisi gelap. Di dalam membran-membran itu terdapat sel-sel yang memantulkan cahaya. Itulah sebabnya mengapa kalian sering melihat mata kami menyala dalam kegelapan. Karena Mama keturunan siamese, warna yang menyala pada mata Mama adalah merah berkilau persis batu permata ruby.   Suatu malam, Mama pernah diajak si Oom pergi berkeliling wi

Obituari Pertama [Catatan Harian Minki-ya]

Kisah sebelumnya:  https://ratuputti.blogspot.com/2021/08/perkenalan-kami.html   Aku adalah anak tengah dari 5 bersaudara. Si sulung bernama Brownie atau dipanggil Oni. Ia jantan yang perawakannya sangat mirip dengan bapakku. Oni diadopsi oleh salah satu pekerja dari kakaknya si Pipi. Kemudian aku dan Mocca. Kami berdua betina yang kembar serupa. Mocca diadopsi oleh sahabat dari kakaknya si Pipi, Teh Agatha. Kemudian ada Felix dan Chiku-ya. Oni, aku, Mocca semua mewarisi warna kucing siam yang didominasi kecokelatan di seluruh tubuh kami, sedangkan Felix dan Chiku-ya mewarisi warna bapakku: hitam pekat dan putih. Felix dan Chiku-ya kemudian diadopsi oleh karyawan dari sahabatnya si Pipi, Neng. Dari kami berlima, yang paling nakal adalah aku. Tak seperti Mocca yang manis dan anggun, aku kecil adalah penjelajah dan penyuka tantangan meski seringkali berakhir dalam kekacauan. Sewaktu kecil, orang-orang menyebutku anak setan, saking nakalnya. Aku paling senang memanjat pintu teralis dan ka